Hati-HAti dengan Orang Iseng yang Suka Menjatuhkan Reputasi Orang Lain lewat Dunia Maya

Felt Creation | by Gita Chan @ 05-07-2009

Lewat internet kita mungkin bisa dapat banyak pelanggan, banyak keuntungan, dan sebagainya. Tapi ga aneh juga banyak orang-orang yang merasa tersaingi dan merasa tidak senang akan keberhasilan seseorang, banyak juga yang menjatuhkan pesaingnya dengan menjelek2an karya2 orang lain. Dan yang paling sering terjadi adalah menipu costumer dengan menggunakan merek dagang yang exis di internet, maksudnya seorang penipu itu menjual barang yang sama persis dengan kita, tapi dia cuma ganti no hp dan no rekeningnya aja. Nah begitu dah ditransfer, barangnya ga dikirim, tapi langsung disalahkan ke kita.

Ini menurut pengalamanku sendiri, aku sudah lama berlalu lalang lewat dagang di internet, dari tahun 2004( sejak awal kuliah) sampai sekarang. Jadi setidaknya aku sedikit mengerti modus2 penipuan lewat internet dan juga orang2 yang suka menjatuhkan reputasi orang lain di internet. banyak yang kulihat penipuan lewat internet itu.

Aku juga terkadang tidak dibayar oleh costumer. Pertama2 ada orang pesan, lalu cake aku buatin, terus dia bilang “transfernya setelah dikirim ya, aku pernah dibohongin soalnya, pasti kalau dah sampai aku bayar kok.” Nah sebagai penjual yang “lembek” aku oke2 aja, karena aku juga ga mau kehilangan order. Nah setelah barang sudah dikirim, orangnya ga pernah transfer, ga pernah bales sms, bahkan ga ngangkat telpon. Mau tau ini sudah kualami berapa kali? Hampir 5x.

Dan yang paling menyesakkan, salah satunya cake yang paling besar yang didesign secara custom oleh dia sendiri, dan aku buat itu satu harian, dan bela2in ngebut supaya di hari H dia pakai ga telat dikirimnya, dan itu juga dia mengirimkan designnya 1 minggu sebelum hari H. Bagiku semua itu bukan masalah nilai barangnya, beda kan dari barang jadi, aku ini buat dengan hati2, dari yang ga ada apa-apanya sampai sudah tercipta selama berjam- jam dan kadang aku ga tidur sampai pagi untuk membuat cake. Dan itu selalu kubuat dengan hati senang, walaupun capek dan mata udah terasa buyar, tapi kalau cake sudah jadi itu rasanya ada kelegaan dan kebahagiaan tersendiri.

Jadi rasanya ada suatu kekecewaan dalam hati. Beda kan dengan jual barang jadi, kalau ga dibayar yah bisa dianggap itu “lagi sial” lah (kecuali barangnya mahal abis, sampe juta2an, tapi kalau barangnya cuma 50rb atau yang paling gede 90rb an, bisa dianggap lagi ’sue).

Memang sih sampai sekarang aku masih “lembek” terkadang kalau jualnya ke ibu2, rada ga percayaan sih belanja di internet, jadi tetep aja kebanyakan wanita , lebih percaya barangnya sampai dulu baru transfer. Yah gpp lah, yang penting ga lewat 2 hari it’s oke.

Dan hati-hati lho, ada orang yang suka iseng menjatuhkan pamor orang lain lewat internet. Sekarang ini banyak persaingan ga fair, persaingan harga dah gila-gilaan, dan ga jarang orang suka menjatuhkan pamor orang lain untuk mengalahkan pesaingnya.

aku dah mengalami ini 2x. Pertama ada 1 orang yang shout di chat box aku. Katanya begini “mba, kok harga cakenya mahal banget, banyak yang jual lebih murah dari mba lho” terus dah gitu orang yang sama posting lagi “mba kok ga dibales2 sih, ga profesional amat” terus beberapa menit lagi dia posting lagi, “mba ga payah banget, kok pelanggan ga diladenin”. terus begitu sampai chat box penuh komen dia semua.

Jujur aja, pas pertama kali emang rada sebel, ada orang yang kayak gini, tapi aku mikirnya simpel aja, cuma orang yang sirikan aja sama orang lain yang lebih maju. Mungkin itu iorang iseng, mungkin juga pesaing yang merasa tersaingi, tapi aku selalu mikir, ga ada yang harus dipusingi selama aku jujur dan ga merugikan orang lain. Toh aku ga pernah menjiplak design dan konsep orang lain (semua ide bener-bener dari pikiranku sendiri). Lagian kalau dibilang mahal juga, sebenarnya ga juga lho. Soalnya aku ini jabodetabek gratis ongkos kirim, packing sudah plastik kado, membuat cakenya sendiri itu makan waktu berjam-jam, jadi kupikir cake seharga 50rb all in, dah standard. Apalagi aku selalu memberikan diskon besar untuk reseller. Jadi bodo amat ah, yah aku sih ga marah2 lewat chat box, mubazir. Males sih, yah paling buat pernyataan untuk klarifikasi, kan persepsi orang tentang suatu karya berbeda-beda. Toh aku mikirnya gini, gw ini dah lalu lalang dari taon 2005, masa gara2 penyataan kayak gini gw harus marah2, toh gw dah banyak makan asam garam dunia maya, masalah kayak gini cuma batu2 kerikil yang harus gw lewati.

Terus serangan orang menyebalkan kedua terjadi akhir-akhir ini skitar tanggal 30 Juni 2009, di chat box ada orang yang ngaku2 dah pesen cake 15 hari lalu, dah ditransfer, tapi barang ga dikirim2, di chat box ditulisnya namanya johan, tapi ga mencantumkan alamat email. Dengan semua tulisan di caps lock dia marah2 bilang aku ini penipu, minta duit dibalikin, jangan ada yang pesen lagi ke aku, pokoknya sama deh 1 chat box isinya omelan dia. Nah lho, aku sih ga langsung naik darah. Sabar dong, ya aku tanya, “mungkin ada pesanan yang keskip… Boleh tanya pesanan atas nama siapa dan ditransfernya atas nama siapa ya?” Terus orangnya marah2 lagi,” Beraninya cuma di sini, telepon ga di angkat, sms ga dibales, penipu!” Nah lho, aku ga merasa ada sms yang nanya cake 15 hari lalu tuh, nah aku bales lagi begini ” Waduh aku ga ada maksud menipu boss, kalau memang boss merasa dah bayar dan cakenya belum dikirim, coba boss sms aku aja langsung mengenai rekening pentransfer dan alamat yang dituju. Kalo memang aku yang salah pasti duitnya aku transfer balik kok.” Terus sampai sekarang belum bales-bales lagi.

Nah kalau menghadapi yang seperti ini, ga usah ambil pusing dulu, coba cek bukti2 transfer (lewat e-banking) kan keliatan tuh siapa2 aja yang transfer, dan cocokin sama buku pesanan, dah pada dikirim apa belum. Dan di sini aku cek BCA  dan Mandiri ku, orang yang transfer ga ada di tanggal 12-15 Juni 2009. Terakhir transferan ada di tanggal 11 Juni, yang aku kirim ONS.

Di tanggal 14 Juni memang ada yang transfer, tapi itu semua cewe (dan bukan dengan nama Johan). Nah di sini aku merasa, apa itu orang iseng yang mau jatuhin reputasi aja, apa orang salah masuk website, apa orang itu ditipu orang lain yang menggunakan ID Indoflanel? Nah itu sih masih tanda tanya besar, karena orangnya juga dah ga nongol2 lagi di chat box website ku, bahkan ga nelpon atau sms sama sekali. Jadi ya aku pikir sudahlah, badai pasti berlalu ahahahahaha.

ITu semua cuma sedikit cerita dari aku, dan masih banyak lagi hal yang aneh2 di dunia maya, jadi kalau kamu penjual, dan kamu merasa hal2 yang mirip terjadi seperti aku, leave comment ya, sedikit berbagi cerita aja, untuk sharing :)

JADI BERHATI-HATILAH bertransaksi lewat dunia maya, harus dicek dulu kebenarannya penjual atau pmebelinya beneran exis apa ga.

Post a comment